Pejantan Murai Batu Memecah Telur Karena Cemburu

Pejantan murai batu memecah telur karena cemburu

Salah satu kendala beternak Murai batu adalah pejantan murai batu memecah telur karena cemburu. Hal ini tentu saja tidak bisa dianggap enteng. Tiba-tiba saja pejantan memecahkan atau membuang telur-teur yang dihasilkan oleh induk betina, sedangkan telur-telur itulah yang menjadi cikal bakal penerus kedua indukan tersebut. Terkadang pejantan memecahkan telur dengan cara mematuk telur tersebut dalam sangkarnya hingga pecah. Bahkan terkadang juga pejantan membuang telur tersebut dengan cara mengengam dengan cakarnya kemudian melemparkan telur tersebut keluar dari sangkarnya.

Tabiat ini akan terus dilakukan oleh pejantan selama betina mengeluarkan telur -telurnya dalam sangkar. Walau jika telur telah menetaspun sang pejantan akan telap beringas dan berusaha membunuh anak-anaknya. Sayangnya, induk betina akan diam tanpa melakukan perlawanan. Jika hal ini terus terjadi, bukan tidak mungkin penangkaran dipastikan gagal karena tidak adanya regenerasi dari indukan. Kasus seperti ini sering terjadi di beberapa penangkaran burung berjenis apa saja dan di mana saja terutama pada jenis murai batu.

 

Pejantan murai cemburu

Memang benar, pejantan murai batu memecah telur karena cemburu. Hal ini merupakan pembawaan dari burung yang bersangkutan atau memang pada dasarnya pejantan tersebut dalam kondisi stress. Bisa juga dikarenakan tingkat birahinya yang terlalu tinggi sehingga pejantan hanya ingin melakukan perkawinan saja. Karena itulah, ketika betina mengerami telurnya, pejantan tersebut “marah” dengan cara memecah telur-telur tesebut. Untuk menghadapi problematika tersebut, cukup memberi sedikit hukuman pada sang pejantan yaitu dengan cara:

  1. Pada awalnya biarkan pejantan dan betina melakukan perkawinan kembali didalam kandang breeding.
  2. Setelah betina bertelur kembali, segera pindahkan sang pejantan ke dalam sangkar tersendiri.
  3. Biarkan pejantan tersebut “terpenjara” sendiri tanpa teman.
  4. Meskipun demikian, biarkan sangkar tersebut tetap berada di dalam kandang breeding agar tetap dekat dengan betina sehingga, kedua indukan ini tetap berkomunikasi.
  5. Di dalam sangkar “penjara” tadi, pejantan diberi pakan dengan dilengkapi ekstra fooding berupa campuran campuran kroto, cacing tanah dan jangkrik dalam kesehariannya.
  6. Pemberian ektra fooding ini bertujuan untuk tetap menjaga agar birahi sang pejantan tetap dan bisa melakukan perkawinan lagi saat anakannya dipanen.

Hukuman “penjara” ini bersifat sementara, yang artinya jika anakan telah dipanen maka pejantan bisa dikembalikan ke dalam kandang breeding lagi dan sangkar “penjara” tersebut dikeluarkan dari kandang breeding. Dengan teknik seperti ini, anakan akan tetap terjaga sesuai harapan peternak. Andaikan indukan pejantan masih beringas ketika sang betina bertelur pada periode berikutnya maka pejantan perlu dipenjarakan lagi. Hal ini dilakukan hingga sang petanjan tidak lagi beringas.

Top Seller

Vitamino...

Rp 25.000

B-Pleksol...

Rp 22.000

Specto Fit...

Rp 22.000

Contact Us

Jln. Pajajaran utara 1 no. 20, Sumber, Banjarsari, Surakarta

082132657777 | 081548634576

082132657777

D67C93BC

info@seputarburung.com

Testimonials

shuckyslam

source : kaskus

 

Pesenan sudah dateng om Herlan td pagi….

cepat prosesnya, aman transaksinya, ramah orangnya

PACKINGNYA??? ISTIMEWA bener”

panglimasji

source : kaskus

 

jumat sms untuk order dan transfer, sabtu sudah sampai rumah. Minggu langsung dikasih ke burung ocehan. Bener bener recomended seller layanan prima/cepat

a4ndri

source : kaskus

 

gan,ane dari subang yg beli gold patee,dll…paket nya udah nyampe gan,packing nya rapih….,top markotop dah….,jangan ragu transaksi sama agan yg satu ini dah………..

n1cegreen

source : kaskus

 

ane yg beli obat kemut 083114533739.agan ini super mantap.sangat direkomendasikan.terpercaya.

uncomfortable

source : kaskus

 

Mas, barang sudah sampe di Cinere dengan selamat.
Terima kasih buat perhatian dan kerjasamanya.